
Bass Knolwedge 4 : Ear Trainning & Solfege
September 14, 2008Sedikit ngalor-ngidul dan dengan segala hormat : orang yang tidak mau mendengar pandangan objektif dari orang lain, seperti kritikan dan saran, pasti sulit untuk berkembang dan mengerti siapa dia sebenarnya, atau mungkin dia selalu bersembunyi di balik segala kekurangannya. Demikian pula orang yang tidak memahami apa yang dia katakan, omongan tanpa isi atau berbohong, dengan tujuan hanya untuk dihargai orang lain secara sementara, jelas sama aja dengan “tong kosong nyaring bunyinya“. Saya sendiri sebagai penulis masih sulit untuk menghilangkan sifat2 jelek tersebut, tapi minimal kita sadar jika masih banyak PR yang harus dibenahi untuk menjadi manusia yang selalu berkembang dan belajar.
Biar pun hanya sebuah tong penuh karat, yang penting isinya penuh dengan minyak bumi yang selalu langka dan bertambah mahal dari hari ke hari…
Itulah konsep ear-training dan solfege dalam bermain musik.
- Ear-training berarti kepekaan kita dalam mendengarkan nada, kita mendengar suatu alunan lagu dan menjadikannya inspirasi dalam membuat karya musik ciptaan sendiri. Ear-training juga berlaku ketika kita bermain bersama dengan musisi lainnya, kita harus bisa mendengarkan serta memahami pola dan permainan orang lain sehingga permainan kita bisa menyatu dengan permainan orang lain.
- Sedangkan solfege adalah kemampuan nalar kita ketika kita memainkan nada2, dalam artian kita memainkan apa yang ingin kita mainkan, bukan semata2 mengikuti kebiasaan jari kita dalam memainkan skala2 tertentu.
Jelas keduanya amat sangat berhubungan, tapi untuk melatihnya mana dulu yang lebih mudah ? ear-training atau solfege ? Jawabannya : tergantung mana yang cocok dengan anda.
- Jika anda sering atau selalu ada waktu bermain musik dengan teman2 anda, silahkan gunakan konsep ear-training lebih dulu. Untuk pemain gitar bass, dengarlah pola drum-nya dulu, bayangkanlah bahwa anda lah yang bermain drum, ikuti setiap “dug-tek”-nya, harus mengikuti !! jangan mendahului !!
Nah, bagaimana jika anda bermain solo? maka pola dan ketukanlah yang anda ikuti… Jadi intinya, meskipun solo tapi jangan berpikir kalo anda bermain sendiri.
- Jika anda senang menghabiskan bermain musik sendiri, misalnya anda adalah seorang pencipta lagu, maka latihlah solfege. Pikirkan dahulu nada2 seperti apa yang anda inginkan, nyanyikanlah sampai anda hapal betul, dan lalu mainkanlah dengan alat musik anda. Sehingga setiap saatnya anda bisa mengontrol setiap nada yang anda mainkan.
Anda tau Mus Mudjiono ? yang bermain gitar sambil menyanyikan setiap nada yang dia mainkan… nah itulah solfege. Jadi ketika anda melatih solfege, nyanyikanlah setiap nada yang anda mainkan, berbarengan…
Segitu dulu yaaa… Have a nice practice..
![]()
===========================================================
INI ADALAH KUTIPAN DARI http://www.indo.medhex.com/konsep-musik-ear-training-dan-solfege/
Karena bahasan dari beliau lebih menarik, why not i posting disini
(indonesia memang g jauh2 dari bajakan
) sedikit tambahan, kembali lagi ke kata2 saya yang berada pada bass knowledge part 2, dengan senam jari seperti itu saja, maka secara tidak langsung, anda akan hafal sendiri yang mana nada mayor, yang mana nada minor, berapa jarak nada antara mi ke fa, antara do ke re, jarak setengah itu perubahan nadanya begini, jarak 1 itu begitu, dll, Have Fun yah, seperti yang saya janjikan terdahulu, untuk masalah sound, Gampanglah itu, ntar dulu, ok?