Archive for September 14th, 2008

h1

Bener2 dah, Ko sukanya yang aneh2

September 14, 2008

aku tuh paling sebel kalo buka FS orang n FS tersebut ada Soundnya, Tai lah, Suatu  kejadian memalukan, wakakakakkaakka lagi jaga warnet nih, trus sambil setel lagu yang memang file MP3nya itu suaranya g kenceng, yaudah, soundnya aku tambah aja, eh pas buka FS, ad New Comment gt,ada orang yang g kukenal ngisi testi, pas aku mau liat profilnya, meledaklah sound Background tersebut, asli kaget banget dah, user2 pada message gitu ke aku, jadi g enak dah!! tolonglah klo bisa ngasih soundnya yang asik n lembut aj, ya tp semuanya terserah lu aj dah, g d hak gw :) piss!!

h1

bass knowledge 5 : Tangga Nada Diatonik

September 14, 2008

Tangga nada adalah hal yang pertama kali kita kenal sejak diajarkan sewaktu SD/SMP oleh guru kesenian kita, dan merupakan hal mendasar jika anda berminat mempelajari musik. Jelas anda pernah mendengar skala diatonik bukan?? yang terdiri dari do-re-mi-fa-so-la-ti-do. Nah itulah sebenarnya yang harus benar2 dikuasai sebelum beranjak ke skala2 musik lainnya, karena bisa dibilang skala2 lain yang berkembang adalah turunan dari skala diatonik tersebut. Nah berhubung saya adalah pemain gitar bass, maka dalam artikel ini saya sangkut-pautkan dengan gitar bass, tapi bagi anda pemain gitar juga bisa diaplikasikan kok… Read the rest of this entry ?

h1

Bass Knolwedge 4 : Ear Trainning & Solfege

September 14, 2008

Sedikit ngalor-ngidul dan dengan segala hormat : orang yang tidak mau mendengar pandangan objektif dari orang lain, seperti kritikan dan saran, pasti sulit untuk berkembang dan mengerti siapa dia sebenarnya, atau mungkin dia selalu bersembunyi di balik segala kekurangannya. Demikian pula orang yang tidak memahami apa yang dia katakan, omongan tanpa isi atau berbohong, dengan tujuan hanya untuk dihargai orang lain secara sementara, jelas sama aja dengan “tong kosong nyaring bunyinya“. Saya sendiri sebagai penulis masih sulit untuk menghilangkan sifat2 jelek tersebut, tapi minimal kita sadar jika masih banyak PR yang harus dibenahi untuk menjadi manusia yang selalu berkembang dan belajar.

Biar pun hanya sebuah tong penuh karat, yang penting isinya penuh dengan minyak bumi yang selalu langka dan bertambah mahal dari hari ke hari…

Itulah konsep ear-training dan solfege dalam bermain musik.

  • Ear-training berarti kepekaan kita dalam mendengarkan nada, kita mendengar suatu alunan lagu dan menjadikannya inspirasi dalam membuat karya musik ciptaan sendiri. Ear-training juga berlaku ketika kita bermain bersama dengan musisi lainnya, kita harus bisa mendengarkan serta memahami pola dan permainan orang lain sehingga permainan kita bisa menyatu dengan permainan orang lain.
  • Sedangkan solfege adalah kemampuan nalar kita ketika kita memainkan nada2, dalam artian kita memainkan apa yang ingin kita mainkan, bukan semata2 mengikuti kebiasaan jari kita dalam memainkan skala2 tertentu.

Jelas keduanya amat sangat berhubungan, tapi untuk melatihnya mana dulu yang lebih mudah ? ear-training atau solfege ? Jawabannya : tergantung mana yang cocok dengan anda.

  • Jika anda sering atau selalu ada waktu bermain musik dengan teman2 anda, silahkan gunakan konsep ear-training lebih dulu. Untuk pemain gitar bass, dengarlah pola drum-nya dulu, bayangkanlah bahwa anda lah yang bermain drum, ikuti setiap “dug-tek”-nya, harus mengikuti !! jangan mendahului !!

Nah, bagaimana jika anda bermain solo? maka pola dan ketukanlah yang anda ikuti… Jadi intinya, meskipun solo tapi jangan berpikir kalo anda bermain sendiri.

  • Jika anda senang menghabiskan bermain musik sendiri, misalnya anda adalah seorang pencipta lagu, maka latihlah solfege. Pikirkan dahulu nada2 seperti apa yang anda inginkan, nyanyikanlah sampai anda hapal betul, dan lalu mainkanlah dengan alat musik anda. Sehingga setiap saatnya anda bisa mengontrol setiap nada yang anda mainkan.

Anda tau Mus Mudjiono ? yang bermain gitar sambil menyanyikan setiap nada yang dia mainkan… nah itulah solfege. Jadi ketika anda melatih solfege, nyanyikanlah setiap nada yang anda mainkan, berbarengan…

Segitu dulu yaaa… Have a nice practice..

===========================================================

INI ADALAH KUTIPAN DARI http://www.indo.medhex.com/konsep-musik-ear-training-dan-solfege/ :) Karena bahasan dari beliau lebih menarik, why not i posting disini :) (indonesia memang g jauh2 dari bajakan :P ) sedikit tambahan, kembali lagi ke kata2 saya yang berada pada bass knowledge part 2, dengan senam jari seperti itu saja, maka secara tidak langsung, anda akan hafal sendiri yang mana nada mayor, yang mana nada minor, berapa jarak nada antara mi ke fa, antara do ke re, jarak setengah itu perubahan nadanya begini, jarak 1 itu begitu, dll, Have Fun yah, seperti yang saya janjikan terdahulu, untuk masalah sound, Gampanglah itu, ntar dulu, ok?

h1

Bass Knowledge Part 3

September 14, 2008

It’s A long long journey :) kahirnya bisa nulis lagi di blog tercinta….. ok, setelah mengetahui gimana cara menguatkan jari2 tangan, mari kita mempelajari sedikit tentang tempo/ketukan dan bar (bukan t4 minum loh)

apa itu ketukan? ampun dah, fundamental banget dah, ketukan itu intinya ritme, nah loh ritme itu apa? ko bisa ketukan itu ritme? hmmmmmm……(kepalaku udah berasap nih) T_T intinya aku juga g tau, cari aja di google dah, tapi yang penting satu hal yang pasti “kalo main musik harus ngerti fungsinya ketukan itu apa” jangan sampe lagu cupid dead extrem dimainkan dengan ketukan 7/8 oooh maak kacau nih, (kayaknya anda salah membuka blog deh? hati2 ntar jadi tambah bodoh, g tanggung jawab bro), sedangkan yang namanya tempo itu, cepat lambatnya sebuah ketukan tersebut dari awal bar ampe akhir (bar itu apa?) wah g bener nih silabusnya…. ck ck ck (pura2 cuek) lanjut, jadi gini, dalam sebuah musik, pasti terdiri dari banyak bar, setiap bar itu mempunyai ketukan, ada musik yang dari awal sampai akhir memiliki ketukan yang sama, misalnya 4/4 contohnya, banyak sekali lagu2 pop entah itu barat, indo, jepang, dll yang ketukannya gini, 4/4, lanjut, dalam satu bar yang 4/4 misalnya untuk setiap ketuknya terdiri dari kunci yang berbeda2, nah bisa juga satu barnya hanya terdiri dari 1 acord saja, pokoknya mah terserah atuh, contoh lain lagi, ada juga lagu2 aneh bin ajaib yang untuk setiap barnya tidak sama dari awal ampe akhir, pasti ada beberapa perubahan ketukan dalam bar yang terdapat pada lagu tersebut, contoh gampangnya Dream Theater <— siapa sih yang g tau band ini, njlimet, penuh scale, banyak banget teori yang di aplikasikan dalam musik mereka, tapi ya gitu dah, hasilnya SUPERB, EXCELENT!!, n BRILIANT buat DT (Pendapat pribadi). Contoh lagi tentang ketukan, 7/8, nah ini biasanya adalah ketukan pada bar lagu-lagu jazz, untuk jenis lagu yang swing atau bee-bop (salah tulis pula).

Apa gunanya  kita memahami bar,ketukan, dan tempo?

bisa anda bayangkan jika anda memainkan musik cupid dead, tapi yang ngedrum pake ketukan 3/4, yang ngebas pake ketukan 7/8 n pergantian acordnya satu akord untuk setiap satu barnya? trus gitarisnya bertempo 80? wakakakakakakakakakakaka bisa2 Teamlo n sastro moeni g dapet job gara2 kalah menarik ma band ini,hak hak hak =))  jangankan gitu, sekarang ok, semuanya memainkan sebuah lagu dengan baik dan benar, tapi misalnya pada saat mau masuk bar pertama pada saat reff, si basis telat satu ketukan untuk masuk ke bar berikutnya, Hayo, apa g kacau tuh?

Gimana cara saya melatih agar saya bisa bermain tanpa harus terlalu memusingkan bar, ketukan, dan tempo? sehingga konsentrasi saya tidak terpecah pada suara metronome di kepala?

Satu Tips dari saya, latihan pertama untuk senam jari di part 2 sangat membantu, jadi lakukan fingering tersebut dengan bantuan metronom dengan tempo 140, untuk setiap ketukannya (bunyi yang tik tik tik atau tit tit tit (awasss jangan jorok)) berganti nada, ok? sudah faham, ikuti terus sampai anda bener2 perfect dalam mengikuti bunyi tik untuk setiap nadanya, (terserah, anda mau pake fingering yang doremifasolasido, atau yang kromatik, atau dengan cara anda sendiri (pake skala nada sendiri)), kemudian, bagi 2 tempo tersebut. dari 140 ke 70, ikuti lagi, namun jangan seperti sebelumnya, yaitu untuk setiap tik berganti satu nada, jangan seperti itu, silahkan anda bayangkan, bahwa masih ada satu tik samaran antara tik yang satu dengan yang berikutnya, kemudian mainkan nada untuk setiap tik dan samarannya sehingga tempo permainan mengikuti tempo permainan sebelumnya, sambil terus memperhatikan tik samaran tersebut apa sudah pas? apakan kecepetan atau kelambatan, latih terus sampai anda benar2 mahir dan perfect. kemudian jika sudah mahir lagi, bagi 2 lagi tempo di metronom jadi 35, (hahahahahahaha yang ini nih) silahkan lakukan seperti diatas, silahkan menghitung sendiri dan membayangkan sendiri setiap bunyi metronom samaran yang terdapat disela2 metronom anda, sehingga anda faham kapan tik tersebut akan muncul dan kalkulasi anda benar, jika anda tidak kesulitan memainkan tempo metronom 35 dengan not 1/4, maka anda tidak akan mengalami kesulitan mau ngejam dengan drumer mana saja di dunia ini, :)

yah pokoknya gitu dah!!!!! selamat belajar btw maaf kalo ada kesalahan istilah dll, karena kita2 sama belajar, jadi mohon band-tuannya, see ya